
HIV masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat yang penting untuk dipahami secara akurat guna menghilangkan stigma negatif yang ada. Dalam sebuah sesi edukasi bersama dr. Litya Ayu Kanya Anindya, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, dijelaskan mengenai kaitan antara HIV dan AIDS serta bagaimana inovasi pengobatan medis saat ini dapat membantu pasien hidup normal.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia secara bertahap. Jika infeksi ini tidak segera ditangani dengan prosedur medis yang tepat, HIV dapat berkembang ke tahap yang lebih serius, yaitu AIDS.
Pada tahap AIDS, sistem kekebalan tubuh penderita berada pada tingkat yang sangat rendah. Kondisi ini menyebabkan tubuh menjadi sangat rentan terhadap berbagai jenis infeksi. Bahkan, infeksi ringan sekalipun dapat memberikan gejala yang sangat berat bagi orang dengan AIDS karena hilangnya kemampuan alami tubuh untuk melawan kuman penyakit.
Meskipun hingga saat ini belum ada obat yang sepenuhnya menghilangkan virus HIV dari tubuh, kemajuan teknologi medis telah menghadirkan Terapi ARV (Antiretroviral). ARV bekerja dengan cara menekan jumlah virus di dalam tubuh penderita.
Ada beberapa kunci keberhasilan dalam menjalani terapi ini:
Apabila Terapi ARV dijalani dengan konsisten, Orang dengan HIV (ODHIV) tetap dapat menjalani hidup yang berkualitas. Mereka bisa hidup sehat, tetap produktif, dan beraktivitas secara normal sebagaimana orang sehat pada umumnya.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan HIV bukanlah sekadar masalah medis, melainkan stigma sosial yang masih melekat. dr. Litya mengajak masyarakat untuk tidak takut dan bersama-sama menyebarkan fakta medis yang benar mengenai HIV.
Dengan memahami bahwa HIV dapat dikendalikan melalui terapi yang tepat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi mereka yang membutuhkan, serta menghilangkan hambatan bagi orang-orang untuk melakukan pemeriksaan dini.