Banyak orang tidak menyadari bahwa munculnya jerawat atau rasa gatal pada kulit sering kali berkaitan erat dengan kondisi psikologis, terutama saat menghadapi tekanan pekerjaan atau masalah pribadi. Dr. Litya Ayu Kanya Anindya, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV dari Senopati Skin Center menjelaskan bahwa stres memiliki dampak nyata yang dapat merusak pertahanan kulit secara sistemik. Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari reaksi biologis tubuh yang kompleks terhadap tekanan emosional dan pikiran yang sedang dialami seseorang.
Saat mengalami stres, tubuh secara alami akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi yang memicu berbagai gangguan pada fungsi kulit. Peningkatan hormon ini tidak hanya meningkatkan sensitivitas kulit terhadap peradangan, tetapi juga merusak skin barrier atau lapisan pelindung utama yang menjaga kelembapan. Selain itu, kadar kortisol yang tidak terkendali dapat menghambat proses regenerasi sel-sel kulit yang mati, sehingga kulit cenderung tampak kusam dan memiliki kemampuan pemulihan yang lebih lambat saat terjadi luka atau iritasi.
Dampak dari stres ini sering kali bermanifestasi dalam bentuk berbagai kondisi medis, mulai dari jerawat yang meradang akibat produksi minyak berlebih hingga kekambuhan eksim atau dermatitis yang gatal. Kondisi kronis seperti psoriasis, yang ditandai dengan penumpukan kulit tebal dan bersisik, serta biduran (urtikaria) juga sangat dipengaruhi oleh tingkat ketenangan pikiran seseorang. Bahkan, stres dapat menjadi pemicu utama kekambuhan berbagai penyakit kulit berbasis autoimun lainnya yang membutuhkan perhatian medis khusus secara berkelanjutan.
Untuk mengatasi masalah kulit yang dipicu oleh stres, dr. Litya menekankan bahwa penggunaan skincare dasar saja sering kali tidak memberikan hasil yang optimal. Diperlukan pendekatan holistik yang menggabungkan terapi medis dari spesialis dermatologi dengan pengelolaan stres yang baik, seperti praktik meditasi, olahraga, atau hobi yang menyenangkan. Dengan menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan ketenangan pikiran, kesehatan kulit dapat terjaga secara menyeluruh karena kulit yang sehat sejatinya berawal dari tubuh dan jiwa yang selaras.
