Siapa di antara kamu yang sering merasa "libur" pakai sunscreen saat melihat langit sedang gelap atau hujan turun deras? Banyak orang beranggapan bahwa jika matahari tidak terlihat terik, maka kulit kita aman dari ancaman sinar ultraviolet (UV).
Namun, menurut dr. Yari Castiliani Hapsari Sp.D.V.E, FINSDV dari Klinik Utama Senopati Skin Center, anggapan tersebut ternyata kurang tepat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya agar kulitmu tetap terlindungi maksimal setiap hari!
Awan Bukanlah "Penyaring" Sempurna
Meskipun langit tampak gelap atau tertutup awan tebal, bukan berarti radiasi matahari berhenti sampai ke bumi. Faktanya, awan bukanlah penyaring sinar ultraviolet yang sempurna. Sinar UV tetap dapat menembus lapisan awan dan mencapai kulit kita tanpa kita sadari.
Jadi, meskipun kamu merasa sejuk dan tidak terpapar panas matahari secara langsung, proses kerusakan kulit tetap bisa terjadi di balik mendungnya cuaca.
Mengenal "Duo" Sinar UV: UVA & UVB
Sinar ultraviolet yang mencapai bumi terbagi menjadi dua jenis utama yang memiliki efek berbeda pada kulit:
Bahaya yang Menumpuk (Kumulatif)
Satu hal yang sering dilupakan adalah sifat kerusakan kulit akibat sinar UV yang bersifat akumulatif.
"Paparan dalam jumlah kecil namun terjadi berulang-ulang, tetap dapat berdampak buruk pada kesehatan kulit dalam jangka panjang." — dr. Yari Castiliani Hapsari
Ini berarti, kebiasaan melewatkan sunscreen di hari mendung selama bertahun-tahun akan "menabung" kerusakan yang baru akan terlihat di masa depan dalam bentuk pigmentasi, hilangnya elastisitas kulit, hingga risiko kanker kulit.
Kesimpulan: Sunscreen adalah "Wajib" Setiap Hari
Cuaca tidak terik bukan alasan untuk membiarkan kulit tanpa perlindungan. Menggunakan sunscreen dengan minimal SPF 30 dan PA+ setiap pagi adalah langkah investasi termurah dan termudah untuk menjaga kulit tetap sehat dan awet muda.
Ingat, lindungi kulitmu sekarang sebelum kerusakan menumpuk di kemudian hari!
